Foto : pixabay
Zat-Zat Aditif Yang Banyak Digunakan Pada Makanan
Makanan kemasan dan olahan telah menjadi pilihan yang nyaman bagi keluarga modern, terutama bagi mereka yang tidak memiliki banyak waktu untuk menyiapkan dan memasak hidangan. Namun, sudah menjadi rahasia umum bahwa jenis makanan tersebut sarat dengan zat aditif dan pengawet untuk mengontrol warna, rasa, aroma, nutrisi, tekstur, dan tentu saja, umur simpan.
Beberapa zat boleh digunakan dalam jumlah sedang, dan berikut ini adalah beberapa bahan/zat yang harus dikurangi atau jika mungkin, dihindari untuk mencegah dampak kesehatan negatif baik pada anak-anak maupun orang dewasa.
Sirup Jagung Fruktosa

Foto: klikdokter
Sirup jagung fruktosa secara kimiawi mirip dengan gula meja (sukrosa), tetapi alternatif yang lebih murah ini adalah bentuk glukosa yang diproses tinggi diubah menjadi fruktosa—jenis gula yang biasanya ditemukan dalam buah.
Sementara beberapa orang percaya bahwa sirup jagung fruktosa hanyalah gula, kita perlu ingat bahwa terlalu banyak gula akan membahayakan proses tubuh dalam banyak hal, termasuk meningkatkan risiko diabetes, obesitas, dan gangguan metabolisme lainnya. Sirup jagung fruktosa dalam kandungan tinggi sering ditemukan dalam permen, minuman ringan, dan cokelat.
Natrium Nitrat Dan Natrium Nitrit
Foto: amazine
Zat aditif ini digunakan sebagai pewarna, dan untuk mempertahankan umur simpan daging seperti sosis, bacon, dan hot dog serta beberapa produk lain yang tidak umum seperti produk kedelai fermentasi. Jika zat ini bercampur dengan asam lambung maka akan membentuk nitrosamin, karsinogen kuat yang terkait dengan kanker mulut, perut, otak, kerongkongan dan kandung kemih.
Efek samping natrium nitrat dan natrium nitrit diantaranya pusing, sakit kepala, mual, dan muntah. Jangan panik jika Anda atau anak Anda pernah mengonsumsi makanan olahan yang mengandung zat aditif tersebut. Mulai sekarang lebih baik tetap berpegang teguh pada produk yang segar dan bebas pengawet.
Sodium Benzoate Dan Benzoic Acid

Foto: pixabay
Zat aditif ini biasanya digunakan dalam beberapa produk jus buah, minuman berkarbonasi, dan acar untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme dalam makanan asam. Zat ini umumnya hanya mempengaruhi orang-orang dengan alergi, tetapi dapat menyebabkan masalah di masa depan.
Ketika sodium benzoat digunakan dalam minuman yang juga mengandung asam askorbat (vitamin C), zat tersebut dapat membentuk sejumlah kecil benzena, bahan kimia yang menyebabkan leukemia dan kanker lainnya.
