Sirsak, Buah Berduri Lembut Kaya Manfaat Sirsak, Buah Berduri Lembut Kaya Manfaat

Foto: klikdokter

  • RAA
  • Sabtu, 02 Oktober 2021 - 20:07 WIB

Sirsak, Buah Berduri Lembut Kaya Manfaat


Sirsak adalah buah dari tanaman Annona muricata, pohon berbunga yang selalu berwarna hijau. Mereka yang belum pernah melihat buah sirsak sering dibuat kaget dengan bentuknya yang memanjang dengan kulit berwarna hijau yang memiliki tampilan berduri lembut.

Sepintas mungkin tidak terlihat menggiurkan  tapi sebenarnya buah ini rasanya enak. Daging buahnya terdiri dari daging buah berwarna putih yang dapat dimakan, berserat dan biji hitam yang tidak dapat dikonsumsi. Rasa buahnya digambarkan sebagai kombinasi stroberi dan nanas, dengan balutan tipis rasa jeruk asam yang kontras dengan tekstur krim yang mendasarinya, mengingatkan pada kelapa atau pisang.

Buah ini bisa digunakan untuk membuat smoothies, jus buah, sorbet, dan perasa es krim. Biasanya ampas dan sari buahnya dikerok menggunakan sendok dan bijinya dibuang sebelum diolah lebih lanjut. Di Indonesia, sirsak biasanya dimakan segar atau dicampur dalam berbagai jenis hidangan makanan penutup.

Yang paling umum adalah Sop Buah dan Jus Sirsak. Rasa asam yang dipadukan dengan manisnya sirup, susu kental manis, dan es serut sangat cocok sebagai dessert. Sirsak juga diolah menjadi dodol, dibuat dengan cara merebus daging buah sirsak dalam air dan menambahkan gula hingga adonan mengeras. Sejak tahun 1970-an, lebih dari 20 penelitian laboratorium telah dilakukan pada senyawa turunan sirsak.

Studi-studi ini menunjukkan bahwa sirsak berpotensi menghancurkan sel-sel ganas pada 12 jenis kanker yang berbeda termasuk diantaranya kanker prostat, payudara, paru-paru, usus besar, dan pankreas. Pada tahun 1996, penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Natural Products menunjukkan bahwa senyawa 1 (satu dari lima yang diekstraksi dari biji buah sirsak) adalah “selektif sitotoksik terhadap sel adenokarsinoma usus besar (HT-29)” dan “10.000 kali lebih kuat” dalam menghambat pertumbuhan kanker dibandingkan obat kemoterapi adriamycin.

Acetogenins annonaceous yang terkandung dalam sirsak juga hanya membunuh sel kanker dan bukan sel sehat (semua pengobatan konvensional, baik itu kemoterapi, radiasi, atau obat oral membunuh sel kanker dan sel sehat). Buah ini juga memperlambat pertumbuhan sel kanker tanpa menimbulkan efek samping yang berbahaya.