Ikon Kota Buton Yang Menjadi Warisan Budaya Nasional Ikon Kota Buton Yang Menjadi Warisan Budaya Nasional

Foto / Ilustrasi: Timurasa Indonesia / Rocky

  • RAA
  • Minggu, 19 September 2021 - 14:18 WIB

Ikon Kota Buton Yang Menjadi Warisan Budaya Nasional


Pulau Buton merupakan salah satu pulau Indonesia dengan warisan sejarah yang panjang. Salah satu ikon kota ini adalah Benteng Keraton Buton setinggi 100 meter yang berada di Bukit Wolio. Benteng ini merupakan lokasi strategis untuk memantau situasi Kota Baubau dan Selat Buton.

Benteng ini sangat luas dengan ukuran 23.375 hektare dan panjang keliling tembok benteng yang mencapai 2740 meter. Benteng ini dapat dikunjungi dengan berkendara dari pusat kota. Benteng ini juga sudah ditetapkan sebagai warisan budaya benda nasional oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Benteng Wolio berasal dari kata welia yang berarti membabat. Hal ini dikarenakan pembabatan dan penebangan pohon-pohon besar di sekitar bukit ketika proses pembangunan.


Foto: Antara News
Desain Benteng Wolio memiliki arsitektur unik yang terbuat dari batu gunung dan karang yang direkatkan dengan putih telur yang dicampur dengan pasir dan kapur. Benteng Keraton Buton memiliki empat buah boka-boka atau pos pengintai di empat penjuru. 12 lawa atau pintu gerbang, 16 benteng kecil (baluara), parit, dan sistem persenjataan berupa badili atau meriam buatan Portugis dan Belanda. Di dalam Benteng terdapat Masigi Ogena atau Masjid Agung, istana Sultan, makam-makan sultan, dan pejabat tinggi serta rumah adat malige.

Benteng Keraton Buton merupakan obyek wisata unggulan Kota Baubau dan memiliki ribuan turis setiap tahunnya. Anda dapat menemukan ilustrasi Benteng Keraton Buton pada kemasan terbaru kacang mete dari produk Timurasa Indonesia. Kacang mete Timurasa Indonesia berasal dari Pulau Buton dan Muna. Kemasan baru hadir sebagai komitmen kami untuk selalu bercerita tentang kekayaan budaya dan kuliner Indonesia. Klik timurasa.com atau login ke Instagram @timurasaindonesia