Pelukis-Pelukis Hebat Dari Indonesia Pelukis-Pelukis Hebat Dari Indonesia

Foto: Basuki Abdullah: Lady With Kebaya / merdeka

  • RAA
  • Selasa, 14 September 2021 - 19:54 WIB

Pelukis-Pelukis Hebat Dari Indonesia


Indonesia merupakan salah satu negara dengan seni dan kebudayaan yang beragam. Kuliner, makanan, dan tari-tarian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Indonesia. Indonesia juga mengenal banyak maestro seni lukis yang tidak saja berjaya di lokal, namun juga mendunia. Berikut daftarnya:

Raden Saleh

Foto: Raden Saleh: Perburuan Banteng / Courtesy of French auction house Jack-Philippe Ruellan/File

Salah satu pelukis legendaris Maestro Indonesia di era sebelum kemerdekaan, saat Indonesia dijajah oleh Belanda. Raden Saleh adalah salah satu pelukis Maestro Indonesia yang diakui sebagai pelukis kelas dunia. Karya seni lukis merupakan saksi sejarah, banyak bercerita tentang situasi di masa perjuangan dan kehidupan masyarakat khususnya Jawa. Salah satu karyanya adalah lukisan terkenal “Penangkapan Diponegoro”, Raden Saleh juga mendapat penghargaan atas bakat seninya, sehingga mendapat beasiswa dari pemerintah Belanda untuk belajar di Belanda.

Affandi
Foto: Affandi: Pengemis / galeri-nasional

Affandi adalah salah satu pelukis paling produktif, di mana ia telah menciptakan lebih dari dua ribu lukisan selama hidupnya, karyanya telah menyebar ke seluruh penjuru Dunia dan dikumpulkan oleh kolektor lokal dan kelas dunia.
Aliran gaya lukisan Affandi termasuk dalam bagian Abstrak aliran ekspresionisme.

Basuki Abdullah

Foto: Basuki Abdullah: Lady With Kebaya / merdeka

Salah satu prestasi yang mengharumkan nama bangsa Indonesia di mata dunia adalah kesuksesanya memenangkan lomba melukis pada saat penobatan Ratu Juliana (Belanda) pada tanggal 6 September 1948, Basuki Abdullah menjadi juara dan berhasil untuk menyingkirkan 87 pelukis dari Eropa, ia juga diangkat sebagai Pelukis tetap di Istana Kepresidenan, dan karya-karyanya menghiasi banyak ruangan Istana.

Semasa hidupnya Basuki Abdullah menerima banyak penghargaan baik dari dalam maupun luar Negeri atas dedikasinya dalam dunia seni rupa khususnya seni lukis, aliran gaya lukisan Basuki Abdullah adalah Realisme dan Naturalisme.

S. Sudjojono

Foto: S. Sudjojono: Kota Tua Semarang / gapuranews

S. Sudjojono sempat menjadi guru di Taman Siswa setelah lulus dari Taman Guru di perguruan tinggi yang didirikan oleh Ki Hajar Dewantara itu. Ia ditugaskan oleh Ki Hajar Dewantara untuk membuka sekolah baru di Rogojampi, Banyuwangi, 1931. Namun, ia kemudian memutuskan untuk menjadi pelukis. Pada tahun 1937, ia ikut pameran bersama pelukis Eropa Kunstkring Jakarya, Jakarta. Inilah awal mula namanya dikenal sebagai pelukis, Di tahun yang sama ia menjadi pionir mendirikan Persatuan Pakar Gambar Indonesia (Persagi). Oleh karena itu, masa tersebut disebut sebagai tonggak awal seni lukis modern yang bercirikan Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai sekretaris dan juru bicara Persagi. Selain sebagai pelukis, ia juga dikenal sebagai kritikus seni rupa di Indonesia. Lukisanya memiliki karakter guratan ekspresif dan sedikit bertekstur, menggores dan menyapu seperti dituangkan ke kanvas.

Pada masa sebelum kemerdekaan, lukisan-lukisan S.Sudjojono banyak bertemakan tentang semangat perjuangan rakyat Indonesia untuk mengusir penjajahan Belanda, namun setelah era kemerdekaan Lukisanya lebih banyak yang bertemakan tentang pemandangan alam, bunga, aktivitas kehidupan masyarakat, dan cerita budaya.