Foto / Ilustrasi: Timurasa Indonesia / Rocky
Kisah Unik Dalam Pertunjukan Reog Ponorogo
Reog Ponorogo merupakan sebuah pertujukan kesenian rakyat yang tercatat sudah ada sejak tahun 760 Masehi atau ketika Gajayana berkuasa. Reog Ponorogo memiliki banyak aspek keindahan, mulai dari kesatuan dan harmoni antara musik dan tari, serta aspek kontras pada peran tokohnya.
Atraksi singa barong menampilkan kekuatan dan kelincahan. Topeng singa barong didesain untuk dipakai (atau dibawa) dengan cara digigit. Perlu anda ketahui bahwa beratnya mencapai 50-60 kilogram. Kesenian reog Ponorogo memiliki keterkaitan dengan perjuangan Raden Katong untuk mendirikan kota Ponorogo, Jawa Timur pada tahun 1486. Raden Katong adalah bupati pertama Ponorogo yang masih keturunan dari Raja Brawijaya V.
Raden Katong merupakan penyebar Islam pertama di Ponorogo. Hasil perjuangan dari Raden Katong adalah banyaknya pondok pesantren tradisional dan modern disana. Ada 3 versi dari cerita reog Ponorogo.
Versi pertama adalah Klana Sewandana, raja dari Bantarangin melamar putri raja Kediri dengan syarat dibuatkan gamelan model baru dan manusia berkepala harimau.
Versi kedua adalah Ki Ageng Kutu, abdi dari raja Brawijaya V memilih meninggalkan Majapahit dikarenakan menganggap Brawijaya V kalah bersaing dalam kekuasaan kerajaan.
Versi ketiga adalah Raden Katong menguasai Wengker, Ki Ageng Kutu telah menciptakan Barongan yang menjadi permainan para warok. Setelah Ki Ageng Kutu dikalahkan, Raden Katong merasa perlu untuk melestarikan Barongan sebagai media dakwah Islam
Ilustrasi menarik tentang Reog Ponorogo dapat anda temukan pada kemasan terbaru dari produk Timurasa. Kemasan terbaru ini merupakan komitmen kami untuk terus menyampaikan cerita tentang kebudayaan dan kuliner Indonesia Klik timurasa.com atau login ke Instagram @timurasaindonesia untuk informasi lebih lanjut
