Sejarah Dan Nilai Dari Paskibraka Sejarah Dan Nilai Dari Paskibraka

Foto: Tempo

  • RAA
  • Selasa, 17 Agustus 2021 - 12:01 WIB

Sejarah Dan Nilai Dari Paskibraka


17 Agustus telah tiba, 76 tahun sudah Indonesia merdeka. Biasanya akan ada berbagai tradisi dilakukan oleh Rakyat Indonesia untuk menyambut datangnya hari perayaan kemerdekaan. Mulai dari lomba-lomba, penayangan film-film bertema perjuangan, dan tentunya upacara bendera.

Di tahun ini sayangnya banyak tradisi yang belum bisa dilakukan dikarenakan pandemi yang masih berlangsung hingga saat ini sehingga menyebabkan pemerintah menetapkan PPKM untuk mengurangi laju penularan COVID-19.

Berbicara tentang upacara bendera tentunya kita tidak bisa melupakan upacara pengibaran dan penurunan bendera yang dilakukan oleh Paskibraka (Pasukan Pengibar Bendera Pusaka). Sejarah Paskibraka dimulai sejak Presiden Soekarno. Saat itu, Presiden Soekarno meminta Mayor L. Husein Mutahar untuk mempersiapkan memimpin upacara peringatan hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1946 di Gedung Agung Yogyakarta.

Terdapat beberapa formasi pasukan pada Paskibraka, yaitu formasi 17, 8, dan 45. Angka tersebut merupakan representasi dari tanggal kemerdekaan Republik Indonesia. Seragam Paskibraka juga sudah diatur sebagai Seragam Dinas melalui Peraturan Presiden Nomor 71 Tahun 2018 tentang Seragam Dinas. Seragam dimaksudkan dengan tujuan tidak membedakan suku bangsa dan adat istiadat serta agama. Ada beberapa nilai-nilai yang ditanamkan bagi generasi muda yang mengikut kegiatan Paskibraka antara lain:

1. Menanamkan rasa cinta Tanah Air, semangat gotong royong, dan bela negara.

2. Melatih dan membina para anggota Paskibraka dalam membangun kepribadian dalam kemampuan yang tinggi untuk belajar, bekerja, dan berkarya, dan dilandasi perilaku disiplin, aktif, dan gembira.

3. Menciptakan pimpinan generasi muda yang memiliki integritas, bersahajam inovatif, dan berkarya, serta berwawasan global.