Foto: okezone
7 Fakta Hari Raya Nyepi Yang Menarik Untuk Diketahui
Salah satu hari raya untuk umat Hindu yang unik dirayakan di Indonesia adalah Hari Nyepi. Suasana tenang dan hening selama Nyepi membedakan perayaan ini di antara perayaan-perayaan keagamaan yang biasa dirayakan. Saat Nyepi, umat Hindu Bali wajib menjalankan empat Brata: Amati Geni (tidak ada api atau apa pun yang berhubungan dengan api seperti marah), Amati Karya (tidak ada aktivitas), Amati Lelungan (tidak bepergian), dan Amati Lelanguan (tidak ada hiburan).
Nyepi dirayakan pada Tilem Kesanga yang diyakini sebagai hari penyucian para dewa di tengah lautan yang membawa saripati air kehidupan. Sekitar dua atau tiga hari sebelum perayaan, Anda dapat menyaksikan orang Bali mengadakan upacara penyucian yang disebut Melasti/Melis/Mekiyis, di mana mereka berparade ke tempat-tempat suci di pantai atau danau yang melambangkan air suci bernama Tirta Amerta yang bertujuan untuk membersihkan kotoran manusia dan alam.
Pada hari sebelumnya, umat Hindu juga melakukan upacara Buta Yadnya, mulai dari setiap keluarga, desa, kecamatan, membawa satu jenis caru (semacam sesaji) sesuai dengan kemampuan.
Rutinitas ini biasanya terjadi pada Hari Raya Nyepi Bali pada umumnya, namun tahukah Anda bahwa ada 7 fakta menakjubkan terkait Hari Raya ini:
1. Festival Hari Raya Nyepi mengurangi emisi Karbon Dioksida sebesar 20.000 ton pada hari itu serta mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 33% untuk mengurangi polusi udara dunia.
2. “Hari Sunyi Sedunia” yang diperingati setiap tanggal 21 Maret terinspirasi dari Hari Raya Nyepi di Bali.
3. Selama Hari Raya Nyepi, 60% listrik dihemat di Bali. Totalnya adalah 290 megawatt (MW) dan bernilai sekitar 4 miliar Rupiah.
4. Sekitar 500.000 liter solar yang diperkirakan bernilai sekitar 3 miliar Rupiah dihemat pada hari raya Nyepi di dua PLTU di Bali, PLTU Pemaron yang menghasilkan listrik 80 MW dan PLTG Gilimanuk yang menghasilkan 130 MW listrik.
5. Perayaan Nyepi di Bali dimeriahkan dengan Parade Ogoh-ogoh, yaitu boneka raksasa berbentuk Bhuta Kala yang melambangkan roh-roh jahat dan makhluk-makhluk yang sering mengganggu kehidupan manusia. Dana yang dikeluarkan untuk membuat Ogoh-ogoh bisa mencapai miliaran Rupiah.
6. “Nyepi” berasal dari kata “sepi” yang berarti diam dalam bahasa Indonesia.
7. Semua layanan berhenti pada hari itu termasuk hotel, bandara dan sejenisnya. Itulah mengapa lebih baik menyimpan stok makanan di tempat tinggal Anda. Jika tidak, Anda juga bisa memesan “paket Nyepi” dari pihak hotel.
Hari Raya Nyepi menanamkan ketenangan pikiran yang luar biasa jika Anda merasa gelisah, cemas atau stres.
