Foto: hipwee
Lewatkan Akhir Pekan Anda Dengan Permainan-Permainan Ini
Akhir pekan telah tiba, namun untuk kesekian kalinya kita semua harus tetap berada dirumah untuk mengikuti anjuran pemerintah. Salah satu yang dapat anda lakukan adalah memperkenalkan permainan luar ruang, dengan tetap didalam rumah tentunya. Permainan di luar ruang adalah sesuatu yang membuat masa kecil menjadi indah. Jenis permainan ini memiliki banyak manfaat dari meningkatkan kemampuan belajar, mengalami perkembangan fisik, keterampilan sosial dan bahkan pengembangan kepribadian.
Sayangnya, teknologi telah banyak mengubah itu, di mana anak-anak lebih suka bermain dengan gadgetnya daripada bermain di luar.
Berikut ini beberapa permainan tradisional yang patut Anda ajarkan pada anak-anak Anda :
Bola Bekel

Foto: kabarsidia
Bola bekel adalah permainan tradisional dari Jawa Timur yang melibatkan sebuah bola dan enam buah logam yang disebut bekel.
Kata bekel atau beklen berasal dari bahasa Belanda yaitu bikkelen. Meski biasanya dimainkan oleh anak perempuan, ternyata banyak juga anak laki-laki yang memainkan permainan ini.
Ini adalah permainan grup, di mana pemenangnya adalah yang pertama berhasil menyelesaikan tantangan.
Para pemenang bisa meminta yang kalah untuk berpura-pura menjadi patung atau mengolesi teman mereka dengan bedak.
Berikut cara memainkannya:
Untuk langkah pertama, lempar bola ke udara dan rentangkan bekel, lalu tangkap bola.
Semua ini harus dilakukan dalam satu gerakan. Anda bisa mulai bermain dengan cara melempar bola ke udara, mengambil bekel lalu menangkap bola sekali lagi.
Selanjutnya, lempar bola ke udara lagi dan tangkap bekel. Untuk bekel terakhir, pemain harus mengambil bekel kemudian ‘melepaskan’ semua bekel yang dipegangnya, sebelum menangkap bola lagi.
Engrang

Foto: hipwee
Engrang adalah tongkat bambu panjang dengan pijakan untuk dinaiki. Asal-usulnya yang pertama diketahui berasal dari Jakarta. 'Engrang' sendiri berarti bambu runcing dengan pijakan dalam bahasa Lampung.
Karena ini adalah permainan yang melelahkan, banyak yang menganggap ini sebagai olahraga daripada hanya permainan.
Engrang adalah permainan yang sangat populer di tahun 1900-an, dan sekarang ini biasanya diperlombakan pada hari kemerdekaan.
Berikut cara memainkannya:
Seorang peserta hanya akan kalah jika jatuh ke tanah setelah melakukan serangkaian gerakan.
Pada langkah pertama, jatuh setelah berdiri dianggap kalah. Namun seiring dengan bertambahnya kesulitan, pemain akan diminta untuk melakukan tugas yang lebih sulit seperti bergerak ke kiri dan ke kanan, maju dan mundur, melompat, melompat dalam lingkaran dan melompat hanya dengan satu engrang.
Benteng

Foto: goodnewsfromindonesia
Benteng adalah permainan yang biasanya dimainkan dalam dua kelompok yang terdiri dari 4-8 orang.
Asal-usulnya tidak diketahui sampai sekarang, tetapi ada banyak anak-anak yang suka memainkan permainan ini.
Yang mereka butuhkan untuk memainkan game ini adalah ruang terbuka dan dua item yang berlawanan (pohon, tiang, dll) untuk digunakan sebagai markas.
Permainan ini juga merupakan salah satu yang membutuhkan banyak energi karena anak-anak perlu berlari untuk membebaskan teman-temannya atau memenangkan permainan. Orang pertama yang menyentuh markas lawan dianggap sebagai tim pemenang.
Cara bermain:
Untuk tahap pertama, tim akan dibagi menjadi dua tim. Kedua tim akan memilih markas, biasanya saling berhadapan.
Setiap orang akan berusaha menyerang markas tim lain, tetapi terlebih dahulu mereka tidak boleh ditangkap oleh lawan.
Mereka yang tertangkap akan berdiri di pinggir lapangan, menunggu anggota tim mereka membebaskan mereka.
