Foto : pixabay
Manfaat Kopi Untuk Kesehatan Anda
Di antara berbagai jenis minuman yang diminum orang, kopi adalah salah satu pilihan paling populer. Alasannya karena kopi digunakan untuk menajamkan pikiran dan membuat kita terjaga. Namun, banyak orang juga mengkhawatirkan kemungkinan efek negatif dari minum kopi seperti sulit tidur dan gelisah. Padahal menurut penelitian baru, kopi membawa lebih banyak efek positif bagi tubuh asalkan diminum dengan secukupnya.
Berikut adalah efek positif dari kopi:
Membuat Bahagia

Foto: pixabay
Banyak yang khawatir tentang dampak negatif dari minum kopi terlalu banyak, karena banyak yang percaya bahwa kopi akan mempengaruhi tingkat kecemasan mereka.
Tetapi hasil penelitian percaya sebaliknya. Satu studi dari beberapa tahun yang lalu menegaskan bahwa kopi membawa kebahagiaan.
Kopi diyakini, menurut para peneliti, terkait dengan emosi positif seperti kesenangan, kebaikan, kasih sayang, kepuasan, persahabatan, ketenangan, dan ya, kebahagiaan. Bahkan, hasil studi ini juga mencatat bahwa tidak ada emosi negatif yang terkait dengan konsumsi kopi. Penelitian lain oleh Harvard terhadap 50.000 wanita menemukan bahwa risiko depresi menurun karena konsumsi kopi berkafein meningkat.
Mengandung Antioksidan

Foto: pixabay
Biji kopi terdiri dari buah dan bijinya, keduanya juga dikenal kaya akan antioksidan.
Hal ini berarti bahwa hal itu terkait dengan perlindungan kesehatan pada saat yang sama.
Asam klorogenik, polifenol yang berlimpah dalam kopi, telah terbukti mengurangi peradangan dan memainkan peran kunci dalam perlindungan terhadap penyakit kronis, termasuk obesitas.
Buah kopi, di sisi lain, dapat diubah menjadi kompos, atau dikeringkan dan diseduh sebagai teh.
Buah kopi juga digunakan dalam produk seperti minuman energi, karena buahnya juga mengandung kafein.
Mengurangi Risiko Diabetes Tipe 2

Foto: pixabay
Pada tahun 2018, sebuah meta-analisis dari 30 penelitian menyimpulkan bahwa minum kopi terkait dengan risiko diabetes tipe 2.
Dengan setiap cangkir yang Anda minum, para peneliti menemukan bahwa kemungkinan pengembangan penyakit ini ke tingkat yang lebih parah menurun sebesar 6%.
Para ilmuwan percaya bahwa alasan dari efek ini mungkin karena efek antioksidan dan anti-inflamasi kopi, kemampuan untuk meningkatkan pembakaran kalori.
