Tari Kataga, Tarian Perang Khas Sumba Barat Tari Kataga, Tarian Perang Khas Sumba Barat

Foto: timesindonesia

  • RAA
  • Minggu, 25 Juli 2021 - 13:01 WIB

Tari Kataga, Tarian Perang Khas Sumba Barat


Tari Kataga adalah salah satu tarian tradisional sejenis tarian perang khas Sumba Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Tarian ini biasanya dimainkan oleh penari pria dengan menggunakan kostum adat dan dilengkapi senjata seperti pedang dan tameng.

Tari Kataga merupakan tarian tradisional yang cukup terkenal di NTT, khususnya di Sumba Barat yang merupakan tempat asalnya. Tarian ini biasanya ditampilkan dalam berbagai acara adat, penyambutan, atau pertunjukan budaya. Konon pada zaman dahulu di Sumba pernah terjadi perang antar desa atau antar suku yang disebut perang sparring. Dalam duel ini, siapa yang menang harus membawa pulang kepala musuh yang kalah sebagai simbol kemenangan mereka.

Kepala itu kemudian digantung di pelataran Adung atau Talora. Jika ada pihak ketiga yang membuat perjanjian damai di kedua belah pihak, maka tengkorak tersebut dapat dibawa kembali oleh musuh sebagai tanda perdamaian.

Setelah perjanjian damai ini selesai, biasanya para prajurit yang mengikuti pertempuran akan memperagakan cara mereka bertarung, bagaimana mereka menangkis, menyerang, menghindar, hingga memenggal kepala lawan.

Namun setelah tradisi peperangan tersebut dihilangkan, barulah mereka menjadikan gerakan tersebut menjadi sebuah gerakan tari yang saat ini disebut Tari Kataga.

Kataga sendiri berasal dari kata katagahu yang berarti tindakan memenggal kepala korban perang.

Tarian Kataga ini biasanya akan dimainkan oleh 8 orang atau lebih penari pria dengan kostum adat khas Sumba dan dilengkapi dengan senjata seperti pedang dan tameng.

Dalam pertunjukannya, para penari akan dibagi menjadi 2 kelompok yang menggambarkan 2  kubu saling bertarung. Diiringi iringan musik yang sangat cepat, para penari menari sambil meneriakkan suara khas yang akan membuat suasana pertunjukan semakin meriah.

Gerakan tarian ini biasanya akan didominasi oleh gerakan mengayunkan pedang dan juga gerakan kaki melompat yang diikuti dengan gerakan tubuh seperti menghindari serangan.

Gerakan Tari Katakan cukup sulit, jadi hanya orang terlatih yang bisa melakukannya. Selain itu juga diperlukan kekompakan agar gerakan tarian ini terlihat indah.

Dalam pertunjukan Tari Kataga ini biasanya hanya diiringi oleh beberapa alat musik seperti gong yang dimainkan dengan irama yang cepat.

Selain itu, suara jeritan para penari, perisai dan dentingan lonceng kecil yang dipasang pada para penari, juga ditata dan diselaraskan dengan musik pengiring sehingga akan menghasilkan perpaduan suara yang khas.

Kostum yang digunakan penari pada saat pertunjukan biasanya merupakan pakaian adat masyarakat Sumba.


Para penari biasanya akan menggunakan kaos dan celana pendek di bagian dalam, sedangkan di bagian luar biasanya menggunakan kain putih yang khas. 

Kemudian pada bagian kepala biasanya para penari akan menggunakan warna ikat kepala yang berbeda untuk setiap kelompoknya. 

Dan jangan lupa untuk membawa pedang dan perisai buatan yang digunakan dalam menari.