Festival Gunung Bromo, Perayaan Religi Masyakarakat Tengger Festival Gunung Bromo, Perayaan Religi Masyakarakat Tengger

Foto: Traveling Yuk

  • RAA
  • Sabtu, 24 Juli 2021 - 13:52 WIB

Festival Gunung Bromo, Perayaan Religi Masyakarakat Tengger


Lord Ganesha, yang juga bernama 'Ganesh' atau 'Ganapati' adalah Dewa kebijaksanaan, kesuksesan dan keberuntungan dalam agama Hindu.

Tidak hanya itu, dia juga pemberi berbagai jenis nikmat. Dewa Ganesha juga dikenal sebagai Vighneshvara yang dalam bahasa Sansekerta berarti Dia yang adalah Penguasa Rintangan atau Kesulitan. Demikianlah tradisi Hindu menyatakan bahwa dengan memuja Ganesha, semua rintangan dan kesulitan dapat disingkirkan.Di Indonesia, masih ada beberapa bagian negara yang menganut agama Hindu. Salah satunya adalah di Gunung Bromo, di mana ada tradisi dan agama yang mengakar di antara orang-orang di sana.

Salah satu ciri religi yang ada di daerah tersebut adalah Festival Gunung Bromo atau Yadnya Kasada, dimana masyarakat Tengger yang tinggal di sekitar gunung Bromo memperingati setiap tahun pengorbanan besar yang dilakukan Kesuma untuk menyelamatkan masyarakat Tengger dan orang tuanya. Sejak saat itu, sudah menjadi kebiasaan orang Tengger untuk berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Widi Wasa di Pura, Pura Luhur Poten, pada hari ke 14 Kesada (bulan ke-12 dalam kalender Tengger).

Mereka akan mendaki Gunung Bromo dan membuang kurban yang berupa buah-buahan dan hewan seperti kambing ke dalam kaldera. Ada patung Dewa Ganesha di tepi Kawah Gunung Bromo. Hal ini diyakini membawa makna besar bagi orang-orang yang tinggal di sekitar Gunung Bromo karena mereka percaya bahwa Dewa Ganesha adalah pelindung mereka dari gunung berapi aktif ini.

Menurut legenda, patung itu dipasang di gunung oleh nenek moyang mereka sekitar 700 tahun yang lalu. Sampai hari ini masyarakat Tengger masih banyak memberikan sesajen kepada Ganesha dengan harapan dapat melindungi mereka dari gunung berapi aktif.