Tari Katrili, Tarian Pergaulan Masyarakat Minahasa Tari Katrili, Tarian Pergaulan Masyarakat Minahasa

Foto: tribunnewswiki

  • RAA
  • Selasa, 20 Juli 2021 - 18:41 WIB

Tari Katrili, Tarian Pergaulan Masyarakat Minahasa


Tari Katrili adalah tarian tradisional masyarakat Minahasa di Provinsi Sulawesi Utara. Tarian ini termasuk tari pergaulan atau tari hiburan masyarakat yang dibawakan oleh penari pria dan wanita. Tari Katrili ini merupakan tarian tradisional yang cukup populer di kalangan masyarakat suku Minahasa dan juga sering ditampilkan dalam berbagai acara seperti hajatan, pernikahan, penyambutan dan juga festival budaya.

Tari Katrili ini merupakan tarian tradisional perpaduan budaya Eropa dan juga budaya Minahasa. Jadi sekilas, tarian ini terlihat seperti tarian modern, meski sudah ada sejak zaman dahulu. Secara historis, Tari Katrili sudah ada sejak bangsa Spanyol dan Portugis datang ke provinsi Sulawesi Utara.

Saat itu mereka datang untuk membeli hasil bumi yang ada di tanah Minahasa. Karena hasil yang mereka dapatkan begitu banyak, mereka merayakannya dengan pesta yang meriah dan juga dimeriahkan dengan tarian yang dilakukan secara berpasangan antara pria dan wanita. Mereka kemudian juga sering mengajak masyarakat adat khususnya masyarakat suku Minahasa untuk ikut memeriahkan hajatan tersebut.

Lama kelamaan tarian ini mulai menjadi kebiasaan masyarakat dan masih sering dilakukan, walaupun bahasa Spanyol dan Portugis sudah tidak ada lagi. Tarian ini kemudian dikembangkan dan dipadukan dengan kesenian asli masyarakat Minahasa, baik dari segi gerak, formasi, kostum maupun musik pengiringnya. 

Kemudian menjadi bentuk tarian yang seperti sekarang ini dan disebut Tari Katrili. Diperkirakan kata Tari Katrili ini berasal dari bahasa Eropa Quadrille, yang kemudian berubah menjadi kata Katrili. Tari Katrili ini merupakan tarian yang dilakukan secara berpasangan antara penari pria dan wanita. Untuk jumlah penari, biasanya terdiri dari 6 penari pria dan 6 penari wanita, serta seorang penari wanita yang akan menjadi pemimpin tari dan memberi isyarat. Dalam pertunjukannya, para penari menari dengan gerakan yang lincah dan juga ekspresif serta diiringi musik pengiring. Gerakan dalam Tari Katrili ini biasanya lebih didominasi oleh gerakan ayunan dan gerakan jari kelingking satu sama lain secara bersamaan.Selain itu, penari juga akan menari dengan formasi atau gerak yang berubah-ubah.

Dalam pertunjukan tari katrili biasanya akan diiringi oleh alunan alat musik tradisional Minahasa yaitu Kolintang. Sedangkan irama yang dimainkan biasanya lagu tradisional dengan tema keceriaan atau kebersamaan.

Seiring dengan perkembangan zaman, tari Katrili ini mulai lebih sering diiringi dengan rekaman musik, namun masih ada beberapa kelompok tari yang masih mempertahankan musik Kolintang sebagai alat musik tari untuk mengesankan kesan tradisional.

Kostum yang digunakan penari dalam pertunjukan Tari Katrili biasanya memakai pakaian ala Eropa.

Para penari wanita biasanya akan mengenakan gaun panjang dan juga sepatu hak tinggi.

Pada bagian rambut biasanya akan diurai pada bahu kanan dan dihiasi dengan hiasan rambut seperti mahkota kecil.

Selain itu, penari wanita dilengkapi dengan aksesoris seperti gelang, kalung, dan anting-anting. Untuk penari pria biasanya hanya menggunakan jas, topi, dan celana.