Foto : harianhaluan
Inilah Salah Satu Tarian Khas Indonesia Yang Sempat "Dicuri" Oleh Negara Lain
Reog adalah tarian tradisional Indonesia di arena terbuka yang berfungsi sebagai hiburan rakyat, mengandung unsur magis, dan penari utamanya adalah seorang yang mengenakan topeng hiasan berkepala singa dengan hiasan bulu merak, ditambah beberapa penari topeng dan Kuda Lumping.
Reog merupakan salah satu seni pertunjukan yang berasal dari wilayah barat laut Jawa Timur dan Ponorogo merupakan daerah asal Reog.

Foto : bobo.grid
Gerbang kota Ponorogo dihiasi dengan warok dan gemblak, dua tokoh yang hadir pada saat pentas reog. Reog merupakan salah satu budaya Indonesia yang masih sangat kental dengan unsur mistik dan ilmu kebatinan.
Tarian tersebut menggambarkan Klono Sewandono raja Ponorogo dalam perjalanannya ke Kediri untuk mencari Putri Songgo Langit.
Dalam perjalanannya ia diserang oleh monster ganas bernama Singo Barong, seekor singa mistis dengan kepala merak.
Sejarawan merunut asal mula Reog Ponorogo sebagai sindiran atas ketidakmampuan penguasa Majapahit pada akhir kesultanan.
Hal ini menggambarkan kebebasan Ponorogo dan penentangannya terhadap kekuasaan Majapahit yang sentralis. Singa mewakili raja Majapahit sedangkan merak mewakili ratu, dikatakan bahwa raja tidak kompeten dan selalu dikendalikan oleh ratunya.
Para penunggang kuda yang cantik, muda dan kemayu menggambarkan kavaleri Majapahit yang telah kehilangan kejantanan mereka.
Saat ini, Reog Ponorogo sering diadakan pada acara-acara khusus yang meriah; Seperti hari raya Idul Fitri, HUT Kabupaten Ponorogo, karnaval kemerdekaan 17 Agustus, hingga upacara pembukaan acara olah raga.
Saat ini, penampilan seni Reog dapat disaksikan di berbagai negara yang dibawakan oleh para pekerja Indonesia.
Seperti di Amerika Serikat (Singo Lodoyo Washington DC), Korea Selatan (Singo Mudho Korea), Taiwan (Singo Barong Taiwan), Australia (Singo Sarjono), ekspedisi angkatan laut Indonesia (Reog Dewaruci), Jerman, Jepang, Hong Kong, Malaysia (Sardulo Gugah Ponorogo, Sri Wahyuni, Gamalasari).
