Foto: genpi
Kue Apem Putih, Makanan Khas Kabupaten Pandeglang
Salah satu makanan tradisional yang ada di Kabupaten Pandeglang adalah apem putih. Hidangan ini adalah kue basah yang terbuat dari tepung beras dan bahan lainnya yang dikukus.
Apem putih terbuat dari campuran beras, tape singkong/singkong yang difermentasi, dan air panas.
Beras direndam selama 2 jam, lalu digiling menjadi tepung. Kemudian, tepung tersebut dicampur dengan tape singkong dan digiling agar adonan tercampur merata sambil menambahkan air secukupnya.
Setelah itu masukkan adonan ke dalam cetakan kue yang biasanya berbentuk persegi panjang dan terbuat dari daun pisang.
Masukkan ke dalam kukusan dan kukus sampai matang. Keluarkan apem putih dari cetakan dan lumuri dengan sedikit minyak sayur agar tidak lengket satu sama lain.
Apem putih biasa disajikan dengan saus gula aren, yaitu gula aren encer yang dimasak menjadi saus seperti karamel.
Adat pembuatan apem putih berasal dari Cirebon. Pada masa kesultanan Kesultanan Banten memiliki hubungan yang erat dengan Kesultanan Cirebon, karena Sultan pertama di Banten adalah putra dari Sultan Cirebon yang menjabat.
Hal tersebut menjadikan pertukaran budaya merupakan hal yang lumrah terjadi pada masa itu, hal ini juga mempengaruhi kuliner.
Ada beberapa kuliner di Banten (Pandeglang) yang memiliki kesamaan dengan makanan di Cirebon, salah satunya adalah apem putih.
Di Pandeglang, apem putih biasanya dijual saat Ramadhan dan sebagian besar juru masaknya berdomisili di Cimanuk, salah satu kecamatan di Pandeglang.
Sedangkan apem di Cirebon memiliki keterkaitan dengan salah satu tradisi Cirebon dimana masyarakat membuat apem dan membaginya dengan tetangga pada hari Rabu terakhir di bulan Safar.
