Foto : kompas
Ingin Sumber Antioksidan? Tempe Jawabannya!
Tempe merupakan makanan berprotein nabati asli Indonesia. Tempe tradisional dibuat dari kacang kedelai yang telah mengalami fermentasi, yaitu suatu proses di mana karbohidrat dipecah oleh bakteri dan ragi.
Kedelai kemudian ditekan dan diikat bersama untuk membentuk patty padat seperti kue.
Selain tempe berbahan dasar kedelai, ada beberapa variasi tempe lainnya yang juga tersedia, antara lain tempe yang terbuat dari kacang, rami, barley, atau gandum.
Berikut ini manfaat yang bisa Anda dapatkan dari mengkonsumsi tempe :
Sumber Antioksidan yang Baik

Foto: pixabay
Salah satu manfaat tempe lainnya adalah kandungan antioksidannya yang luar biasa. Antioksidan adalah senyawa kuat yang dapat membantu melawan radikal bebas dan mencegah kerusakan oksidatif pada sel.
Beberapa penelitian telah menemukan bahwa antioksidan dapat memainkan peran kunci dalam kesehatan dan kebugaran, mencatat bahwa radikal bebas dapat berkontribusi pada kondisi kronis seperti penyakit jantung, kanker, dan gangguan autoimun.
Isoflavon kedelai yang ditemukan dalam tempe bertindak sebagai antioksidan dalam tubuh untuk membantu melawan kerusakan akibat radikal bebas.
Meningkatkan Kesehatan Usus

Foto: kompas
Tempe penuh dengan prebiotik, yang merupakan jenis serat yang menyediakan bahan bakar untuk bakteri menguntungkan di usus Anda.
Studi menunjukkan bahwa tempe dapat membantu meningkatkan konsentrasi bakteri usus yang baik, yang dianggap memainkan peran sentral dalam kesehatan secara keseluruhan.
Faktanya, penelitian menunjukkan bahwa mikrobioma usus dapat memengaruhi segalanya, mulai dari fungsi kekebalan hingga kesehatan mental dan penyakit jantung .
Dapat Membantu Melawan Sel Kanker

Foto: pixabay
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa isoflavon kedelai yang ditemukan dalam tempe dapat membantu dalam pencegahan kanker.
Menurut satu ulasan dari Detroit, prevalensi kanker payudara dan prostat secara signifikan lebih tinggi di Amerika Serikat dan banyak negara Eropa dibandingkan dengan Jepang dan Cina.
Meskipun tidak jelas mengapa hal ini dapat terjadi, penulis makalah mencatat bahwa banyak negara Asia mengkonsumsi produk kedelai dalam jumlah yang lebih tinggi, seperti tempe, yang mungkin memiliki peran dalam mencegah kanker.
