Tari Gegerit, Tarian Perjuangan Perempuan Dari Lahat Tari Gegerit, Tarian Perjuangan Perempuan Dari Lahat

Foto: majalahteras

  • RAA
  • Sabtu, 03 Juli 2021 - 19:20 WIB

Tari Gegerit, Tarian Perjuangan Perempuan Dari Lahat


Tari Gegerit merupakan salah satu tarian tradisional yang berasal dari Sumatera Selatan.

Tarian ini merupakan tarian tradisional Lahat yang menceritakan perjuangan perempuan dalam menghadapi penjajahan.

Secara etimologis, kata Gegerit ini bisa diartikan dengan kaku. Pengertian kaku ini mengacu pada gerakan Tari Gegerit yang cenderung patah dan kaku.

Hal tersebut tercermin pada gerakan setengah jongkok sambil terus memainkan sayap di pundak.

Tari gerigit biasanya ditarikan oleh 4  orang penari yang semuanya adalah wanita. Para penari mengenakan gaun pengantin tradisional Lahat.

Di bagian pundak ada kain songket yang bentuknya menyerupai sayap. Sedangkan pada bagian kepala dihiasi berbagai macam hiasan, seperti bantalan ayunan, cempako, pilis, dan teratai.

Tarian tradisional gegerit ini merupakan tarian yang selalu ditarikan secara turun temurun oleh masyarakat Lahat.

Namun saat ini keberadaannya sudah hampir punah karena semakin jarang orang yang mementaskan Tari Gegeri ini.

Meski demikian, beberapa tahun belakangan ini masih ada masyarakat yang peduli, yang mendalami dan juga menggali Tari Gegerit ini untuk dipentaskan kembali.

Sebagai tarian tradisional, pertunjukan tarian ini diiringi oleh musik tradisional yang didominasi oleh alat musik seperti dol, kenong, dan gendang.

Irama yang dihasilkan oleh paduan instrumen lebih cenderung untuk dihentak. Hal tersebut disesuaikan dengan gerak tari yang kaku dan patah-patah.

Tari Gegerit mengandung amanat yang dalam tentang perjuangan para perempuan Lahat dalam melawan penjajahan.

Isi pesan tersebut tergambar dalam gerakan para penari saat memegang kudok, senjata tradisional khas Sumatera Selatan.