Berkenalan Lebih Jauh Dengan Sayur Lodeh Berkenalan Lebih Jauh Dengan Sayur Lodeh

Foto : mykitchensnippets

  • RAA
  • Selasa, 06 Oktober 2020 - 09:43 WIB

Berkenalan Lebih Jauh Dengan Sayur Lodeh


Sayur lodeh adalah sup sayuran yang dibuat dalam santan dan populer di Indonesia, dan sering dikaitkan dengan masakan Jawa. 


Asal muasal hidangan ini bisa dilacak dari tradisi masyarakat Jawa. Menurut kepercayaan Kejawen Jawa, sayur lodeh merupakan bagian penting dari upacara slametan dan diyakini sebagai tolak bala, untuk menangkal kemungkinan bahaya dan bencana.


Masyarakat dan Keraton Yogyakarta sering secara bersama-sama memasak sayur lodeh untuk upacara slametan.


Hal ini diyakini dapat mencegah bencana seperti badai angin, gempa bumi, letusan gunung berapi, kekeringan dan wabah penyakit.


Hidangan ini juga terkenal dalam masakan Jawa dan telah menyebar ke seluruh Indonesia dan daerah.

Karena migrasi orang Jawa ke negara tetangga, sayur lodeh saat ini juga populer di Malaysia dan Singapura. 

Bahan-bahan yang digunakan adalah nangka muda mentah, terong, labu siam, kacang dan daun melinjo, kacang panjang, cabai hijau, tahu dan tempe, dimasak dengan santan dan kadang diperkaya dengan kaldu ayam atau sapi.

Untuk bumbunya sendiri memakai cabai bubuk (opsional, tergantung tingkat kepedasan yang diinginkan), bawang merah, bawang putih, kemiri, ketumbar, bubuk kencur, bubuk kunyit (opsional), terasi kering, garam dan gula.


Ada dua varian utama sup sayur lodeh berdasarkan warnanya; lodeh putih dan kuning. Sayur lodeh putih kehijauan dibuat tanpa kunyit, sedangkan yang kuning keemasan ada kandungan kunyit di dalamnya.

Sayur lodeh  bisa dibilang mirip dengan sayur asem, dengan perbedaan utama pada bahan kuahnya.

Sayur lodeh berbahan dasar santan sedangkan sayur asem berbahan dasar buah tamarind/asam jawa.


Untuk menambah aroma dan rasa, resep sayur lodeh asli Jawa juga menambahkan tempe bosok. Tempe ini dikenal dengan sebutan "tempe kemarin" atau "tempe busuk" (bahasa Jawa: tempe bosok).