Tari Teh Eku, Tari Tradisional Dari Nagekeo Tari Teh Eku, Tari Tradisional Dari Nagekeo

Foto: tribunnews

  • RAA
  • Senin, 14 Juni 2021 - 11:23 WIB

Tari Teh Eku, Tari Tradisional Dari Nagekeo


Tari Teh Eku adalah tarian tradisional yang berasal dari Nagekeo, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Tarian ini diperagakan  oleh beberapa penari wanita yang menari dengan menggunakan sapu tangan atau kain kecil sebagai atribut dalam tariannya.

Tarian ini merupakan salah satu tarian tradisional yang cukup terkenal di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan sering ditampilkan di berbagai acara seperti upacara adat, teriakan tamu penting, dan acara budaya.

Sejarah Tari Teh Eku masih belum diketahui secara pasti. Namun dari beberapa sumber yang ada, konon Tari Teh Eku ini berasal dari daerah Boawae, Nagekeo, Flores, Provinsi NTT.

Tarian Teh Eku sering ditampilkan dalam pesta adat di sana. Nama Tari Tea Eku sendiri diambil dari Tea dan Eku.

Teh artinya getar, hal ini terlihat dari gerakan kaki para penari. Sedangkan kata Eku berarti gelombang saputangan, hal ini terlihat dari atribut yang digunakan yaitu saputangan.

Dalam pertunjukannya, Tari Teh Eku biasanya dimainkan oleh 4 sampai 6 orang penari wanita.

Dengan iringan, para penari akan menari dengan gerakan yang sangat anggun sambil memainkan saputangannya.

Pertunjukan tari diawali dengan salam singkat yang disebut Bhea, diikuti oleh 5  orang penari utama.

Setiap pergantian gerak, penari melakukan gerakan yang disebut Ji, dimana penari akan menemukan posisi ideal dalam pergantian gerak.

Setelah gerakan utama selesai, maka akan diakhiri dengan lambaian tangan kepada hadirin sebagai salam penutup.

Dalam pertunjukan Tari Teh Eku ini biasanya akan diiringi oleh alunan alat musik tradisional seperti Gong Gendang.

Musik dari Gong Gendang biasanya disesuaikan dengan gerakan dalam tariannya, sehingga akan menghasilkan gerakan yang harmonis.

Musik Gong Gendang biasanya dimainkan secara khusus atau sering disebut Paka Teh Eko.