Foto: tribunnews
Kacang Kenari, Harta Kuliner Tersembunyi Dari Maluku Utara
Membaca buku-buku sejarah, anda tentunya akan mengetahui tentang kekayaan rempah-rempah yang ada di Indonesia. Salah satu daerah yang terkenal kaya akan rempah-rempah adalah Pulau Maluku, tepatnya di Maluku Utara. Maluku Utara merupakan daerah yang dikenal sebagai penghasil rempah-rempah seperti cengkeh dan pala. Namun tahukah anda bahwa ada satu komoditas lain yang tidak kalah berkualitas. Kacang kenari juga tumbuh subur di Maluku Utara. Masyarakat Maluku Utara meyakini bahwa tanaman ini memang merupakan tanaman asli daerah mereka.

Banyak orang mengira kacang kenari dan kacang walnut merupakan kacang yang sama. Namun, kacang kenari lebih mirip dengan kacang almond. Kacang kenari memiliki bentuk dan tekstur yang unik. Ada yang mengatakan bahwa kacang kenari mirip dengan otak manusia dalam ukuran mini.
Kacang kenari juga memiliki nutrisi yang bermanfaat untuk kesehatan. Pulau Makian di Halmahera Selatan merupakan pulau dengan ratusan bahkan ribuan pohon kenari. Diperkirakan pohon-pohon itu bahkan sudah ada sejak zaman kolonial.
Desa Sebelei menjadi pusat petani kacang kenari di Pulau Makian. Kacang kenari dihargai 120 ribu Rupiah perkilogramnya dengan panen raya dilakukan dua kali setahun.
Insitusi seperti PT Timurasa Indonesia dan Yayasan Nirudaya Nusantara tengah menjalankan program kemitraan di Pulau Makian. Program bertajuk Multistakeholder Forestry Programme (MFP) ini berfokus pada pertumbuhan produksi kayu olahan legal dan pertumbuhan bisnis hutan berbasis masyarakat.
PT Timurasa Indonesia selaku pembeli kacang kenari dari para petani juga mencoba memperkuat mitra komunitas petani, nelayan, dan pengrajis di Indonesia untuk bekerja sama mendapatkan akses ke pasar lokal dan global. Seluruh produk Timurasa merupakan produk asli Indonesia.
Dapatkan kacang kenari asli Indonesia dengan login ke Instagram @timurasaindonesia atau klik timurasa.com

