Tatung, Tradisi Unik Menyambut Tahun Baru

RAA | Selasa, 12 Januari 2021 - 20:06 WIB
Foto : Liputan6

Hari kelima belas Tahun Baru Imlek semakin dekat, dan hari tersebut menutup perayaan tahun baru.

Dan di sini, di kota mayoritas Tionghoa Tao ini, tradisi unik masih dijalankan. Jalanan harus dibersihkan secara seksama agar siap menyambut tahun baru.

Pada hari keempat belas Tahun Baru Imlek, orang-orang disana pergi berdoa di semua kuil di kota dan sekitarnya.

Orang Tionghoa menetap di sini lebih dari tiga ratus tahun yang lalu, sebagai penambang dan pedagang, dan telah menjadi warga negara Indonesia selama beberapa generasi.

Singkawang dijuluki sebagai “kota seribu kuil” dan memang memiliki seribu kuil, besar, kecil, dan mikroskopis.

Pada hari kelima belas, tatung, demikian sebutannya akan dirasuki roh. Masuk ke dalam kondisi kesurupan, mereka duduk di atas bilah tajam dan menusuk wajah mereka dengan berbagai alat.

Tatung adalah istilah dari bahasa Hakka dan menggambarkan seseorang yang diyakini kerasukan dewa atau roh gaib.

Anda tidak bisa begitu saja menjadi seorang Tatung, ini merupakan sesuatu yang mengalir dalam darah Anda sejak Anda dilahirkan. Masyarakat setempat percaya, bahwa tatung memiliki kekuatan supranatural.

Untuk mempersiapkan parade, para Tatung harus mengikuti kode etik tertentu. Diet vegetarian setiap hari pertama dan ke-15 dalam kalender China diperlukan.

Tiga hari sebelum pawai mereka harus berpuasa dan tidak diperbolehkan melakukan aktivitas seksual apapun.

Untuk mengetahui apakah seorang tatung siap untuk mengikuti pawai, dia harus mengunjungi biara sehari sebelum acara untuk mengikuti proses seleksi.

Dia harus melempar derek tongkat kayu, jika kedua tongkat menunjukkan sisi yang sama, dia bisa melakukan ritual tatung dan bergabung dalam pawai tanpa resiko terluka.