Ikipalin, Tradisi Pemotongan Jari Dalam Budaya Berduka

RAA | Selasa, 12 Januari 2021 - 17:10 WIB
Foto : grid

Kematian orang yang dicintai selalu merupakan hal yang sangat menyakitkan untuk ditanggung, dan orang dari budaya yang berbeda berduka dalam berbagai cara.

Cara berduka yang unik salah satunya dilakukan oleh suku Dani di Papua.

Tradisi pemotongan jari adalah bagian mendasar dari bentuk kesedihan bagi perempuan suku Dani.

Setelah kematian orang yang dicintai, sendi atas salah satu jari seorang wanita akan diamputasi lalu mereka juga mengoleskan abu dan tanah liat di wajah mereka.

Sebelum diamputasi, seutas tali akan diikat dengan kuat ke bagian atas jari wanita tersebut selama 30 menit, hingga menyebabkan mati rasa.

Ini untuk mengurangi rasa sakit karena mengamputasi bagian ujungnya. Dalam kebanyakan kasus, tanggung jawab memotong sendi atas jari dibebankan kepada salah satu anggota keluarga dekat wanita, kebanyakan saudara kandung atau orang tua.

Setelah sendi atas dipotong, luka yang terbuka dibakar untuk mencegah infeksi, menghentikan pendarahan, dan membentuk ujung jari baru yang berbatu.

Jari yang diamputasi kemudian dibakar dan dikubur di tempat yang istimewa.

Menurut suku Dani, pemotongan jari menenangkan dan menjauhkan  kegelisahan orang yang meninggal.

Ritual ini juga melambangkan rasa sakit yang diderita setelah kehilangan orang yang dicintai.

Suku Dani menyebut praktik ini sebagai Ikipalin.

Praktik tersebut telah dilarang dalam beberapa tahun terakhir sehingga wanita muda disana tidak melakukan tradisi ini.